to main page
About

Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki kekayaan berupa bahasa daerah yang beraneka ragam. Menurut Ethnologue.com, tercatat ada 742 macam bahasa daerah di Indonesia. Sebut saja bahasa daerah yang masih diketahui dan dipakai di Indonesia: bahasa Jawa (kasar - halus), Sunda, Jawa Timur, Banyumasan, Cirebon, Bali, Banjar, Batak, Melayu (Riau, Palembang, Jambi), Aceh dan sebagainya.

Namun, bahasa daerah (bahasa ibu) tersebut kini sudah mulai punah perlahan-lahan dikarenakan pengaruh globalisasi melalui berbagai media seperti televisi, koran, radio dan lain-lain. Pakar bahasa dari Universitas Indonesia, Prof Multamia RMT Lauder menyatakan bahwa akibat pengaruh arus deras globalisasi membuat sedikitnya 169 bahasa daerah di Indonesia saat ini terancam punah. Jika tak segera didokumentasikan dan diselamatkan, jumlah bahasa yang terancam punah bisa meningkat. 169 bahasa di ambang kepunahan itu kini hanya mempunyai penutur antara 5.00 dan 1.000 orang. Adapun bahasa berpenutur di atas 1 juta dalam jangka waktu 100 tahun lagi masih bisa diselamatkan. Bahasa berpenutur di bawah 500 orang meliputi satu bahasa di Sumatera, 12 di Sulawesi, delapan di Kalimantan, dan 28 di Maluku. Bahasa-bahasa itu bakal punah karena sudah tak ada lagi generasi muda yang menggunakannya.

Pada sisi lain, diungkapkan Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman bahwa sebanyak 726 bahasa daerah akan punah. Jika tidak diambil langkah yang tepat untuk penyelamatan, bahasa-bahasa itu akan hilang. Hal ini dinyatakan oleh beliau pada saat pembukaan Kongres Linguistik Nasional XI 2005 yang diselenggarakan oleh Masyarakat Linguistik indonesia.

Salah satu cara untuk melestarikannya adalah dengan membuat sebuah media berupa kamus online yang dapat mendokumentasikan bahasa-bahasa daerah tersebut kata per kata yang disertai dengan makna/artinya dalam bahasa Indonesia. Kamus ini tidaklah berjalan sendiri, namun membutuhkan partisipasi dan kontribusi orang yang berasal dari daerah tertentu yang memiliki bahasa daerah sendiri. Misalnya bahasa Batak, kamusnya diisi oleh orang yang berasal dari suku Batak. Bahasa Jawa diisi oleh orang Jawa dan seterusnya.

Oleh karena itulah Kamusiana.com ini dibuat dengan tujuan dapat dimanfaatkan sebagai referensi bahasa daerah yang ingin dipelajari oleh generasi penerus bangsa.

Ikuti kami di Twitter: @kamusiana
Facebook Page: Kamusiana

Disclaimer:
Sebagian besar materi kamus bahasa daerah Indonesia ini dikumpulkan dari berbagai sumber yang dapat ditemukan di internet. Namun beberapa materi juga berasal dari proses entry manual oleh pengasuh dan kontributor. Pengasuh Kamusiana.com mohon maaf sebesar-besarnya bila ada materi kamus bahasa daerah milik perseorangan/kelompok yang dengan sengaja atau tidak sengaja termuat di sini. Bila ada individu/kelompok yang berkeberatan atas dimuatnya materi yang terdapat di kumpulan kamus ini, silahkan menghubungi email info@kamusiana.com atau sunaryokusumo@yahoo.com.

Kamusiana.com hanya bermaksud untuk mengumpulkan seluruh kamus bahasa daerah yang ada di internet pada satu tempat dan menyampaikannya kepada pembelajar dan pemerhati bahasa daerah Indonesia.

Kamusiana.com

< to main page About | Aplikasi Mobile | Support Us | Top 10 | Feedback | Login ^ top of page
© 2008 Kamusiana XHTML | CSS Powered by Glossword